Dalam beberapa artikel yang ada, Gen Y atau Generasi Millenial merupakan istilah yang biasa dipakai untuk menyebut para generasi yang lahir antara tahun 1980 hingga dengan tahun 2000. Karakteristik dari generasi millenial sendiri cenderung lebih aktif, kreatif, serta mempunyai harapan atau kemampuan dalam memakai kecanggihan teknologi semaksimal mungkin. Bisa kita lihat banyaknya pengguna teknologi dari generasi tersebut yang mulai memanfaatkan penggunaan media umum sebagai sarana mengembangkan pengalaman dan informasi, sarana untuk menyalurkan hobi, serta sarana dalam melaksanakan riset bagi sebagian orang.
Tak terkecuali para ibu muda masa kini yang begitu antusias dalam mengumpulkan info melalui banyaknya artikel parenting yang tersebar, sebagai anutan dalam memberi perawatan terbaik bagi anak mereka. Dari beberapa huruf generasi millenial dan antusiasme ibu muda masa kini tersebut, bisa dibilang bahwa teknologi mempunyai efek yang tidak mengecewakan penting dalam penerapan gaya parenting generasi millenial.
Lalu ibarat apa dan bagaimana cara generasi millenial dalam menerapkan gaya parenting dengan pinjaman teknologi?
- Gadget. Ibu muda dari generasi millenial cenderung lebih menentukan untuk memperkenalkan cara memakai teknologi ibarat gadget dalam memenuhi hiburan serta menambah pengetahuan si kecil. Saya sendiri kadang berlaku demikian, beberapa alasannya sih, supaya si kecil mainnya di rumah saja, jikalau siang kan panas, tuh, terus bisa mantau juga apa saja yang beliau lakukan dikala memakai gadget, serta berapa usang waktu yang dipakai untuk beliau bermain sehingga nggak mengganggu istirahat siangnya. Bukan berarti mengekang, toh, masing-masing sudah seharusnya sesuai porsi, antara bermain sebagai hiburan, berguru untuk menambah pengetahuan, dan istirahat sebagai upaya menjaga ketahanan badan. Tapi hal tersebut juga harus seimbang, sebab intinya kiprah seorang ibu ialah mengarahkan atau membimbing, namun kebebasan anak dalam menentukan pilihan juga tetaplah yang utama. Selama hal tersebut baik, rasanya bukan masalah.
- Open Minded. Memiliki keterbukaan pemikiran dalam memberi dan mendapatkan info perihal cara mengasuh atau merawat anak. Makara sebagai ibu muda generasi millenial yang dikenal super hati-hati dalam menerapkan cara parenting pada anak-anaknya, mereka tentu nggak hanya menelan satu-dua artikel secara mentah, melainkan selalu siap mendapatkan opini berbeda sebagai pembanding untuk kemudian disaring, sebab bisa dipastikan akan ada banyak info metode parenting berbeda. Dan sudah seharusnya sebagai ibu, kita bisa menyesuaikan ragam info yang diterima dengan kondisi anak sebenarnya. Tentunya dengan keterbukaan ibarat itu, akan menciptakan seorang ibu lebih bijaksana dalam menentukan gaya parenting terbaik bagi anaknya.
- Cashless. Dalam memenuhi kebutuhan si kecil, ibu muda generasi millenial cenderung lebih menentukan belanja secara online dengan pembayaran CC atau bank transfer daripada harus berpayah-payah ngajak anak keliling pasar dan membayar secara tunai, belum lagi jikalau si kecil rewel sebab bosan berdesak-desakan di dalam pasar. Hal ini dianggap lebih efektif dan efisien, mengingat e-commerce kini juga sudah sangat begitu gampang digunakan. Tapi nggak harus setiap belanja juga, sih. Kalau berdasarkan saya, mengajak anak ke pasar juga penting untuk dilakukan, dari sana kita bisa bertahap mengenalkannya bagaimana cara bersosialisasi secara "guyub dan rukun".
- Media Sosial. Melalui media sosial, segala bentuk rupa aktifitas dan keadaan orang sanggup diketahui hanya dengan melihat layar HP. Ada satu ketika kiriman dari teman di grup Buibu facebook yang membahas perihal MPASI bertanya "anak saya susah pup nih, sudah 5 hari belum pup. Kasian :(. Buibu yang pernah punya duduk kasus serupa bisa share solusi atau pengalamannya? Setelah pertanyaan tersebut muncul, bisa dipastikan akan banyak yang berkumpul untuk menyampaiakan bermacam-macam pengalaman serta solusi. Tentunya si penanya harus benar-benar cendekia untuk menentukan balasan yang sesuai dengan keadaan anaknya. Di sini kiprah media umum akan sangat membantu dalam mencari solusi dari duduk kasus yang dihadapai ibu muda generasi millenial.
Sebagai blogger yang notabene masuk dalam generasi millenial, ibu muda, dan juga ikut serta menerapkan beberapa cara di atas. Dalam menerbitkan goresan pena perihal parenting, saya rasa harus benar-benar sesuai pengalaman. Karena ibarat yang sudah tertulis di atas, generasi millenial itu orangnya aktif, dalam hal ini ibu muda yang aktif dalam mencari info perihal parenting serta kreatif dalam menentukan artikel mana yang akan dijadikan anutan gaya parenting. Jadi.. bukan nggak mungkin nantinya salah seorang dari sekian banyak ibu muda generasi millenial tersesat dalam goresan pena parenting yang kita hasilkan, untuk menciptakan mereka tertarik dan membaca goresan pena lebih lanjut, biasanya akan lebih gampang difahami jikalau tulisannya dikemas dengan gaya curhat. Kenapa curhat? Karena intinya generasi millenial itu orangnya juga kepo, jadi jikalau baca goresan pena yang berbau-bau curhat gitu niscaya pada antusias, tapi tetap kembali pada keabsahan goresan pena juga, jangan hingga kita buat artikel hoax tanpa tahu kebenarannya.
Sincerely,
Sincerely,
Share this Article

