Konfigurasi Ip Address Static Dan Dynamic Dan Perbedaannya

Kamis, 19 Oktober 2017 : Oktober 19, 2017

0 comments

Konfigurasi ip address static dan dynamic dan perbedaannya - Di dunia RT/RW net niscaya semua tau bahwa ini yakni sebuah jaringan kecil yang mencoba menghubungkan ke Jaringan Besar yaitu Internet demgan memakai angka ,setiap hari selalu disibukan dengan angka-angka,mencoba utak-atik biar menemukan settingan yang sempurna biar client mendapat koneksi yang lancar ke Internet,

Kadang kita input manual dan kadang kita bri otomatis alasannya yakni tidak mau ribet-ribet menghafalkan angka-angka tersebut,sehari sanggup lancar besok sudah keok lagi,Router kita reset dan inputkan lagi angka tersebut, suatu dikala lupa harus pulang buka winbox dan cek berapa angka yang kita kasihkan pada router si client,itulah sekelumit pengalan dengan angka dan angka-angka tersebut biasa kita sebut IP

IP (Internet Protocol Address) yakni gugusan angka biner yang digunakan untuk alamat identifikasi komputer pada jaringan internet. intinya ada 2 cara untuk mengatur alamat IP, yaitu Static dan DHCP (Dynamic Configuration Protocol).

IP Static mengharuskan anda mengisi IP Address, Subnet Mask, Default Gateway, dan DNS secara manual. Sedangkan jikalau anda memakai IP DHCP makan IP Address, Subnet Mask, dan Default Gateway akan terisi otomatis, dan DNS sanggup disetting diisi secara manual atau otomatis.

Untuk Lebih terang lihat gambar
STATIC

DHCP



Dari gambar diatas sanggup aku jelaskan,dimana setting mikrotik aku set DHCP berarti otomatis,dari gambar 2 diatas sanggup kita lihat IP aku inputkan manual berarti static dan apa yang tejadi tidak terjadi sambungan alias putus koneksi.

IP Static dan DHCP mempunyai beberapa laba dan kelebihan diantaranya :

Kelebihan IP Static :

-IP diisi secara manual dan bersifat tetap jikalau tidak dirubah.
-Loading ke system lebih cepat alasannya yakni tidak perlu cek IP di jaringan.
Kelemahan IP Static :
-Rawan crash jikalau anda salah memasukan alamat IP / memasukan alamat IP yang sama sehingga device tidak sanggup terhubung ke jaringan.

Kelebihan IP DHCP :
-Tidak perlu setting IP alasannya yakni terisi otomatis.
-Tidak akan crash alasannya yakni IP secara otomatis akan mencocokan antara device satu dengan yang lainya.
Kelemahan IP DHCP :
-IP berubah - ubah.
-Loading ke server usang alasannya yakni IP address berubah ubah.

Pemahaman ihwal IP yang cukup sanggup membantu mitra dalam mengelola Jaringan RT/RW net dan memaksimalkan kesetabilan Internet demi kepuasan client anda,Nantinya dikala anda setting Mikrotik secara berdikari Ilmu ihwal IP ini akan sangat berkhasiat dalam setting Routerboard yang kita gunakan untuk mengelola jaringan Hotspot kita penerapan IP yang sempurna yakni kuncinnya.

Kesimpulan yang sanggup mampu kita tarik disni adalah  baik static dan dhcp mempunyai kelebihan dan kekurangan berarti nilainya 0 atau sama,menurut biar sanggup mencicipi perbedaannya yakni jikalau penggunaan IPstatic dan dhcp di aplikasikan sesuai kebutuhan jaringan.
Share this Article
< Previous Article
Next Article >
Copyright © 2019 Xomlic - All Rights Reserved
Design by Ginastel.com